Ponorogo,Investigasi
PEMKAB Ponorogo Dinilai Abaikan Pasar Tradisional, 1000an Mahasiswa STAIN Geruduk Gedung Dewan dan PEMKAB Ponorogo.
Menjamurnya jaringan perbelanjaan modern yang menyebar hingga ke pelosok kecamatan dan mendesak pedagang pasar tradisional di Ponorogo nampaknya kian tak terbendung. Belum selesai, kini di Ponorogo di bangun pusat perbelanjaan dan bisnis modern Ponorogo City Center yang dipastikan kian mendesak eksistensi pedagang tradisional seperti Pasar Legi yang telah lama kembang kempis.
Fenomena ini membuat 1000 lebih mahasiswa STAIN Ponorogo datang ke gedung wakil rakyat untuk menyampaikan aspirasi Senin pagi 2 September 2013
Sepanjang jalan dari kampus STAIN Ponorogo melewati jalur utama Kota, pendemo terus berorasi menggugah kesadaran warga tentang fenomena kebijakan Pemkab Ponorogo yang di nilai kurang pro rakyat.
Sesampai gedung dewan,perwakilan mahasiswa yang diwakili Syah Natanegara dkk menyampaikan beberapa point tuntutan agar pihak Pemkab Ponorogo lebih memperhatikan usaha kecil dan pedagang pasar tradisional.
Akhirnya tuntutan tersebut di tanda tangani oleh sek da Ponorogo Agus Pramono,wakil ketua DPRD Dwi Agus dan ketua Indakop Ponorogo Vifson Suisno
Pemkab Ponorogo ini terlalu mudah memberi ijin perbelanjaan modern,kalau pedagang kecil dibiarkan harus bersaing dengan pemodal besar sudah pasti lama lama mati ucap perwakilan mahasiswa.
PEMKAB Ponorogo Dinilai Abaikan Pasar Tradisional, 1000an Mahasiswa STAIN Geruduk Gedung Dewan dan PEMKAB Ponorogo.
Menjamurnya jaringan perbelanjaan modern yang menyebar hingga ke pelosok kecamatan dan mendesak pedagang pasar tradisional di Ponorogo nampaknya kian tak terbendung. Belum selesai, kini di Ponorogo di bangun pusat perbelanjaan dan bisnis modern Ponorogo City Center yang dipastikan kian mendesak eksistensi pedagang tradisional seperti Pasar Legi yang telah lama kembang kempis.
Fenomena ini membuat 1000 lebih mahasiswa STAIN Ponorogo datang ke gedung wakil rakyat untuk menyampaikan aspirasi Senin pagi 2 September 2013
Sepanjang jalan dari kampus STAIN Ponorogo melewati jalur utama Kota, pendemo terus berorasi menggugah kesadaran warga tentang fenomena kebijakan Pemkab Ponorogo yang di nilai kurang pro rakyat.
Sesampai gedung dewan,perwakilan mahasiswa yang diwakili Syah Natanegara dkk menyampaikan beberapa point tuntutan agar pihak Pemkab Ponorogo lebih memperhatikan usaha kecil dan pedagang pasar tradisional.
Akhirnya tuntutan tersebut di tanda tangani oleh sek da Ponorogo Agus Pramono,wakil ketua DPRD Dwi Agus dan ketua Indakop Ponorogo Vifson Suisno
Pemkab Ponorogo ini terlalu mudah memberi ijin perbelanjaan modern,kalau pedagang kecil dibiarkan harus bersaing dengan pemodal besar sudah pasti lama lama mati ucap perwakilan mahasiswa.
0 komentar:
Posting Komentar